Terkadang menonton televise sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Bahkan sebelum berangkat ke sekolah dan bekerja pun kita masih menyempatkan diri untuk menonton televise, baik itu acara hiburan, kartu, berita, dan lainnya. Cuma anda harus berhati-hati dalam menonton televise terutama jarak yang anda jangkau dalam menonton televise. Di Indonesia sendiri tidak sedikit orang menyaksikan acara TV secara langsung dari dekat dalam waktu yang lama. Entah itu karena ada tayangan favorit atau acara yang sangat kita sukai. Hal ini lah yang terkadang jarang sekali orang menyadarinya. Meski sudah banyak orang yang tahu bahwa menonton TV terlalu dekat bisa merusak mata.

Bahaya Nonton TV Terlalu Dekat

Kalau dulu Televisi kebanyakan masih menggunakan tabung CRT, Namun TV Zaman sekarang ini sudah banyak yang menggunakan layar LCD, Plasma atau LED. Dengan adanya produk tersebut dimaksudkan agar mengurangi resiko kerusakan terhadap mata. Dengan begitu menonton TV terlalu dekat dalam waktu yang lama tentu dapat memicu terjadinya penurunan fungsi pada bagian tubuh manusia. Efeknya akan dirasakan langsung bagi anak-anak, karena masa pertumbuhan anak-anak yang sangat rentan akan mengakibatkan kerusakan yang sangat cepat. Apalagi anak-anak sekarang banyak yang menonton televisi terlalu dekat. Ada Beberapa bahaya yang disebabkan oleh menonton televisi terlalu dekat :

  1. Resiko Sakit Jantung

Hal ini berdasar atas penelitian yang melibatkan 8800 laki-laki dan perempuan di Australia. Peneliti mengemukakan bahwa setiap satu jam dapat memicu resiko kematian akibat sakit jantung sebesar 18 % hal ini berarti bahwa menonton TV lebih  dari 4 jam memiliki resiko kematian sekitar 80%.

  1. Ganggu Tidur

Kadar melatonin akan berkurang jika terlalu sering nonton TV. Sehingga hal ini bisa menyebabkan tidur menjadi tidak teratur dan lelah.

  1. Obesitas

Terlalu sering nonton TV bisa juga menyebabkan otot jarang bergerak. Hal ini tentu mengganggu metabolism dalam tubuh, sehingga penambahan berat badan bisa terjadi

  1. Resiko Asma

Di Inggris, sebuah penelitian mempelajari kebiasaan menonton TV lebih dari 3.000 anak-anak mulai usia bayi sampai 11 tahun. Hasil penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang menghabiskan 2 jam atau lebih menonton televise per hari, dua kali lebih beresiko menderita asma.

  1. Sakit Mata

Terlalu lama nonton TV bisa membuat mata terus terfokus pada Televisi, sehingga otot mata akan jadi tegang. Hal inilah yang bisa memicu terjadinya penurunan fungsi mata. Apalagi nonton TV dalam ruangan gelap. Resiko sakit mata jauh lebih besar.

  1. Kurang Berisosialisasi

Sering di depan TV tentu membuat orang jarang keluar rumah untuk bersosialisasi. Hal ini bisa mengurangi interaksi sosial dimasyarakat, dan keluarga. Sehingga memicu terjadinya fobia sosial.