Menjadi mahasiswa tingkat akhir memang bisa dibilang merupakan momen dalam hidup yang tidak akan pernah kamu lupakan. Sebab di masa-masa itu kamu akan merasakan yang namanya puncak paling mengesankan dari proses panjang meraih gelar sarjana yaitu pengerjaan tugas akhir alias skripsi.

Skripsi sendiri adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitan sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidan ilmu tertentu yang menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku dengan bimbingan satu aau dua orang dosen.

Pengerjaan skripsi ini adalah langkah terakhir sekaligus terpanjang sebelum tali ditoga dipindahkan. Pengalaman yang didapat pasti campur aduk. Ada rasa senang, sedih, semangat, pusing, rasa ingin menyerah dan lain-lain.

Ya memang begitulah, karena masa-masa pembuatan skripsi merupakan masa yang sangat menyusahkan bagi hampir semua mahasiswa. Pasalnya hambatan yang dihadapi dari proses yang cukup menguras waktu dan tenaga itu bermacam-macam. Mulai dari dosen yang sulit ditemui, referensi yang sulit dicari, hingga masalah teknis seperti komputer atau laptop yang mendadak disfungsi atau file skripsi yang terserang virus.

Selain itu yang tak kalah penting adalah skripsi terkadang juga memakan biaya mahasiswa. Pasalnya pada saat pengerjaan skripsi, kamu membutuhkan cara untuk mendapatkan data, misalnya saja dengan mengadakan penelitian atau survei. Tentunya ada dana yang harus dikeluarkan untuk masing-masing cara, misalnya saja kamu harus membelikan makanan atau souvenir sebagai ucapan terimakasih atas waktu dan kesediaan mereka mengikuti surveimu.