Menjadi mahasiswa tingkat akhir memang bisa dibilang merupakan momen dalam hidup yang tidak akan pernah kamu lupakan. Sebab di masa-masa itu kamu akan merasakan yang namanya puncak paling mengesankan dari proses panjang meraih gelar sarjana yaitu pengerjaan tugas akhir alias skripsi.

Skripsi sendiri adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitan sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidan ilmu tertentu yang menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku dengan bimbingan satu aau dua orang dosen.

Pengerjaan skripsi ini adalah langkah terakhir sekaligus terpanjang sebelum tali ditoga dipindahkan. Pengalaman yang didapat pasti campur aduk. Ada rasa senang, sedih, semangat, pusing, rasa ingin menyerah dan lain-lain.

Ya memang begitulah, karena masa-masa pembuatan skripsi merupakan masa yang sangat menyusahkan bagi hampir semua mahasiswa. Pasalnya hambatan yang dihadapi dari proses yang cukup menguras waktu dan tenaga itu bermacam-macam. Mulai dari dosen yang sulit ditemui, referensi yang sulit dicari, hingga masalah teknis seperti komputer atau laptop yang mendadak disfungsi atau file skripsi yang terserang virus.

Selain itu yang tak kalah penting adalah skripsi terkadang juga memakan biaya mahasiswa. Pasalnya pada saat pengerjaan skripsi, kamu membutuhkan cara untuk mendapatkan data, misalnya saja dengan mengadakan penelitian atau survei. Tentunya ada dana yang harus dikeluarkan untuk masing-masing cara, misalnya saja kamu harus membelikan makanan atau souvenir sebagai ucapan terimakasih atas waktu dan kesediaan mereka mengikuti surveimu.

Gak cuma itu, pengerjaan skripsi yang memerlukan pencetakan sumber (tulisan ilmiah), pinjaman buku, pencetakan draft skripsi, dan lainnya juga membutuhkan dana.

Oleh karena itu, tidak sedikit dari mahasiswa akhir yang mengeluhkan uang tentang banyaknya biaya yang dikeluarkan untuk menyelesaikan skripsi mereka.

Apakah kamu sedang mengalami hal tersebut? Uang saku bulanan kebanyakan tersedot demi pengerjaan skripsi. Mulai dari biaya untuk print draft skripsi, membeli souvenir untuk koresponden, hinga dana penelitian? Jika sudah begini, uang saku yang kamu punya sudah hampir habis sebelum gajian lagi dan kamu harus hidup serba sederhana.

Eittss tapi tak perlu risau, ternyata selama ini banyak tips yang bisa kamu lakukan untuk irit ngeprint dan bikin uang sakumu tak cepat habis lho. Nah berikut redaksi lagingetop.com bagi tipsnya seperti dikutip dari berbagai sumber:

  1. Riset Judul Penelitian Sebelum Diajukan pada Dosen

Hal yang paling mendasar ketika kita ingin melakukan penelitian skripsi hendaklah kita melakukan penelitian terhadap sesuatu yang kita pahami. Lakukan riset terlebih dahulu terkait apa-apa yang dibutuhkan oleh penelitianmu. Pastikan artikel, jurnal, atau buku-buku yang akan dijadikan referensi dalam pembuatan skripsi mudah didapatkan dan harganya terjangkau.

Tidak lucu jika di tengah jalan tiba-tiba harus mengganti judul karena merasa tidak sanggup melanjutkan penelitian karena tidak paham atau mulai mengeluh karena buku-buku yang akan dijadikan sebagai referensi harganya selangit dan sulit didapat.

Jika hal itu benar-benar terjadi, tidak hanya boros biaya namun juga boros waktu.

 

  1. Jadikan Tempat Magang sebagai Objek Penelitian

Umumnya ketika melakukan penelitian skripsi, mahasiswa sudah melakukan magang atau praktik lapangan terlebih dahulu di semester sebelumnya. Nah, jangan lewatkan kesempatan untuk melakukan penelitian dan magang dalam waktu bersamaan hal ini akan menghemat waktu dan tentunya juga menghemat biaya.

Biaya penelitian untuk mengambil data di lapangan tidaklah sedikit. Ketika kita mengambil data di lapangan kita akan berhadapan dengan responden, izin penelitian yang berbelit-belit, tempat yang akan dimintai data tidak ramah atau malah cenderung pelit informasi yang kita butuhkan.

Setidaknya di tempat magang yang pernah kita tempati, kita bisa mendapatkan izin untuk melakukan penelitian di sana dengan mudah. Terlebih setidaknya sudah ada beberapa orang-orang yang tepat yang dikenal sebagai penyedia data sekaligus narasumber yang dibutuhkan.

Namun perlu diingat, jika ingin menjadikan tempat magang sebagai menjadi tempat penelitian haruslah didahului dengan riset mengenai judul penelitian sebelum melakukan magang, agar bisa memilih tempat magang yang tepat!

 

  1. Gunakan Printer Sendiri

Karena skripsi ini harus dibuat dalam bentuk fisik, apa lagi yang paling dibutuhkan jika bukan kertas dan tinta printer.

Jika dikalkulasi, sebenarnya mencetak di tukang fotocopy tidak memperhemat atau menguntungkan dibanding membeli printer sendiri. Banyak keuntungan ketika kita menggunakan printer sendiri, misalnya tidak perlu mengantre, tidak perlu takut  flashdisk terkena virus, tidak perlu terburu-buru, dan bisa santai mengedit hasil skripsi.

Namun yang paling penting dari semuanya, adalah menghemat ongkos. Jika mempunyai printer sendiri, maka tidak perlu takut akan dikenakan biaya berbeda ketika mencetak yang berwarna atau masih dikenakan biaya ketika salah cetak. Menggunakan printer sendiri biayanya hanya terasa di awal pembelian, seperti printer, kertas, dan tintanya. Selebihnya, tak akan terlalu terbebani soal biaya cetak dan fotocopy!

 

  1. Gunakan Kertas Bekas untuk Draft Bimbingan

Ketika kamu mencetak draft bimbingan dan salah, kertas bekas paper, makalah dsb menumpuk jangan terburu-buru dibuang. Kamu bisa menggunakan kembali kertas tersebut untuk bimbingan skripsi, gunakan kembali sisi belakang kertas yang masih kosong. Hal ini cukup meringankan pengeluaran biaya untuk pembelian  kertas selama pengerjaan skripsi.

Tapi barangkali hal ini juga perlu didiskusikan dengan dosen pembimbingmu. Karena ada dosen yang tidak menghendaki membaca draft yang dicetak dalam kertas bekas.

 

  1. Lakukan Bimbingan Lewat E-mail jika Dosen Berkenan

Di era yang serba modern ini, teknologi adalah kendaraan yang dapat diandalkan untuk mengerjakan sesuatu dan berkomunikasi dengan orang lain meskipun dalam jarak jauh. Internet mudah diakses di mana saja dengan biaya yang terjangkau bahkan gratis, sehingga tak sedikit yang mulai melakukan kuliah secara online.

Kuliah satu kelas saja bisa online, apalagi jika hanya bimbingan man to man. Jika dosen berkenan, maka mahasiswa dan dosen bisa berkirim draft melalui e-mail. Selain hemat kertas, kamu juga bisa memeriksa hasil bimbinganmu di mana saja dan kapan saja tanpa harus membebani punggungmu dengan laptop dan tumpukan kertas yang tidak ringan itu.

Oleh karena itu, ada baiknya ajukan tawaran ini pada dosen. Siapa tahu, Sobat fokus bisa menghemat biaya, tenaga, dan waktu karena tak harus mencetak dan bertatap muka.

Selamat mencoba dan semoga lancar skripsinya!