Pingsan merupakan hal yang cukup sering terjadi. Jika seseorang pingsan banyak penyebab yang terjadi, tergantung kondisi kesehatan dan kondisi sekitar, seperti saat berdesak-desakan dalam suatu ruangan, belum makan, dan juga kelelahan. Pingsan dapat dimulai antara lain beberapa gejala seperti : nyeri dana, detak jantung tidak teratur, bibir pucat atau biru, susah bernafas, serta tampak kebingungan.

Ada cara umum yang dilakukan sebagai pertolongan pertama untuk orang pingsan. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama pada orang pingsan :

  • Posisi Pasien telentang dengan menaikkan kakinya lebih tinggi sekitar 30 cm dari jantung. Ini akan mengembalikan aliran darah kembali ke otak. Orang yang pingsan di tempat duduk pun dianjurkan untuk dibaringkan di bawah.
  • Longgarkan pakaiannya. Jika pingsan disebabkan hawa panas, pastikan ia mendapatkan udara atau angina.
  • Periksa dan pastikan agar saluran pernapasannya bebas dari gangguan. Jika tidak ada gangguan, maka anda dapat mulai mencoba melakukan pernapasan buatan hingga ia merespon.
  • Coba bangunkan dengan menepuk atau mengguncang tubuhnya, atau meneriakinya. Bisa juga gulingkan ia ke samping sambil memeriksa pernapasan dan denyut nadinya.
  • Hubungi dokter atau rumah sakit terdekat untuk meminta bantuan.
  • Jika ada, AED (Automatic External Defibrillators) dapat digunakan oleh orang yang sudah terlatih untuk memeriksa normal tidaknya ritme jantung. Cek denyut nadinya.
  • Segera rawat jika ada luka atau bengka karena ia terjatuh saat pingsan. Tekan untuk mengontrol perdarahan, jika ada.

Pertoongan pertama pada orang pingsan setelah bangun, berikan jus buah, terutama jika ia mengidap diabetes atau belum makan hingga lebih dari 6 jam. Dampingi pasien hingga ia benar-benar pulih dari pingsan. Orang yang bangun setelah pingsan disarankan tidak terlalu cepat berdiri. Ia perlu didudukkan atau dibaringkan agar pingsan tidak terulang. Meski penyebab pingsan diperkirakan tidak berbahaya, tetapi ia tetap disarankan beristirahat selama setidaknya 15-20 menit. Sambil duduk, ajak ia untuk menempatkan kepalanya di antara kedua lutut.

Meski umumnya dapat ditangani sendiri, tapi segera bawa ke UGD atau perisakan ke dokter jika pasien :

  • Tidak kunnjung siuman hingga lebih dari satu hari
  • Pingsan lebih dari sekali dalam sebulan
  • Hamil atau mengalami kondisi serius lain seperti sakit jantung
  • Jatuh mengenai kepala saat pingsan
  • Mengalami gejala yang tidak normal seperti kebingungan, sesak nafas, penglihatan buram, atau sulit bicara

Hasil pemeriksaan dokter bisa saja merujuk pasien ke dokter spesialis jantung atau saraf untuk penanganan lebih lanjut. Orang yang cukup sering mengalami pingsan dianjurkan untuk didampingi saat berkendara atau bekerja seperti mengoperasikan masin