Festival itu selalu di identikan dengan kemeriahan dan suasana sukacita, makanya sebuah festival selalu “bisa” menarik banyak wisatawan di berbagai Negara. Salah satu contohnya adalah Samba Festival di Rio De Janeiro.

Tapi tahukah kamu, kalau tidak semua festival itu identic dengan dandanan yang meriah. Sebab, ada beberapa festival yang terkenal justru karena tradisi uniknya yang terkesan jorok. Salah satu contohnya adalah festival lumpur di Kareo Selatan.

Selain festival lumpur di Korea Selatan, ada beberaa festival paling jorok lainnya yang juga menarik dan seru untuk diikuti. Lantas, dimana saja festival paling jorok di dunia tersebut di adakan? Beriku ulasannya

Festival Lumpur di Korea Selatan

Seperti yang sudah disebutkan di atas, di Korea Selatan ada satu festival paling jorok di dunia bernama festival lumpur atau di Korea Selatan sana lebih dikenal dengan nama “Boryeong Mud Festival”.

Festival yang di meriahkan dengan lumpur ini diadakan setiap bulan Juli setiap tahunnya. Dalam festival ini biasanya akan dimeriahkan oleh jutaan wisatawan, baik wisatawan local maupun wisatawan dari mancanegara.

Dalam festival tersebut, mereka akan berguling di lumpur, saling melempar lumpur, bahkan ada yang berena di kubangan kolam lumpur. Uniknya, lumpur di festival ini dipercaya bisa membuat kuliat jadi mulus dan halus.

Festival Perang Krim Kue di Spanyol

Festival paling jorok di dunia selanjutnya festival Krim Kue, atau kalau di Spanyol sana lebih dikenal dengan nama “Vilanova I la Geltru’s Carnival”. Dalam festival ini, pengunjung akan dimanjakan limpahan krim kue.

Uniknya, buka hanya lidah yang dimanjakan dengan limpahan krim kue, tapi tubuh pengunjung pun akan dihujani beragam krim kue, karena festival “Vilanova i la Geltru’s Carnival” ini dikenal sebagai festival perang krim kue.

Awalnya, Festival unik ini terinspirasi dari permainan anak-anak, tapi ternyata orang dewasa melihat keseruan bisa saling melempar krim kue ke orang lain tanpa di marahi oleh orang yang dilempari. Hebatnya lagi, festival ini diadakan dari pagi hingga malam hari.

Festival Lempar Tomat di Spanyol

Selain festival perang krim kue atau “Vilanova i la Geltru’s Carnival”, ada satu lagi festival paling jorok di Spanyol, yaitu festival lempar Tomat, atau di Spanyol sana lebih dikenal dengan nama “La Tomatina”.

Sesuai dengan namanya, festival yang diadakan di sebuah kota kecil bernama Bunol di Spanyol ini, akan saling melempar (perang) buah dan sayuran, khususnya buat Tomat.

Festival perang buah Tomat ini biasanya dihadiri paling sedikit sekitar 20.000 orang setiap tahunnya. Dan sekitar 150.000 truk buah Tomat didatangkan khususnya untuk festival ini, sehingga menjadikan La Tomatina sebagai perang makanan terbesar di dunia.

Nah, jika kamu ingin melihat sebuah kota berubah menjadi merah karena perang Tomat, datanglah ke festival ini, yang diadakan di kota Bunol di Spanyol di hari rabu minggu terakhir di bulan Agustus tiap tahunnya.

Festival Mandi Minyak Dan Cat di Spanyol

Sepertinya Spanyol memang gudangnya festival unik dan jorok, karena selain festival perang krim kue (Vilanova i la Geltru’s Carnival) dan festival lempar buah tomat (La Tomatina), ada satu lagi festival paling jorok di Spanyol, yaitu festival mandi minyak dan cat.

Dalam festival yang di Spanyol sana dinamakan “Feria de Cascamorras” ini, seseorang boleh menuangkan minyak atau cat ke tubuh orang lain, dan orang yang disiramkan dengan minyak atau cat tersebut tidak boleh marah.

Festival yang diadakan di kota Baza di Spanyol ini, mempunyai kepercayaan bahwa mereka harus menyerang Cascamorras, yaitu sejenis makhluk mitologi yang ingin mencuri patung bunda maria di kota tersebut.

Festival yang penuh dengan minyak dan cat ini diadakan setiap tanggal 6 September setiap tahunnya, dan sudah diselengarakan selama kurang lebih 500 tahun.

Festival Perang Air di Jerman

Festival paling jorok di dunia selanjutnya yaitu festival “Wasserschacht”, jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia mengandung makna “perang air”. Hanya saja dalam festival ini sering berubah menjadi perang makanan dan sampah.

Festival ini akan diikuti oleh dua lingkungan komunitas yaitu Friedrichshain dan Kreuzberg. Dimana, mereka saling berperang untuk menentukan sang raja di distrik yang baru.

Biasanya, festival ini dimulai dengan perang air, kemudian diikuti perang tepung, telur, buah-buahan, hingga, sayur-sayuran yang sudah membusuk. Setelah itu, baru sampah dijadikan senjata, bahkan katanya popok bekas pun bisa dijadikan senjata perak.

Festival Perang Tikus Mati di Spanyol

Jika ulasan sebelumnya belum kamu anggap terlalu jorok, maka kamu wajib tahu festival yang diadakan di sebuha kota kecil bernam a El Pluig di Spanyol ini. Nama festivalnya adalah festival perang tikus mati.

Awalnya, festival ini adalah festival perang makanan seperti biasanya, tapi karena makanan yang disiapkan untuk festival tersebut banyak menarik tikus-tikus untuk datang, akhirnya tikus tersebut dijadikan senjata dalam perang tersebut.

Sebenarnya, pihak pemerintah sudah melarang festival jorok ini, karena ditakutkan tikut-tikus mati tersebut membawa berbagai penyakit kepada manusia yang ikut dalam festival tersebut. Tapi masyarakat local tetap terus menyelenggarakan festival ini.

Festival Perang Warna-Warni di India

Festival paling jorok di dunia yang terakhir yaitu festival perang warna-warni di India, atau kalau di India sana dinamakan “Holi Water”. Holi Water  adalah festival budaya India terbesar di berbagai Negara.

Dalam festival ini, pesertanya akan melukis dirinya sendiri dengan beragam warna-warni, dan mereka juga akan melemparkan sejenis bubuk bermacam warna ke udara, sebagai bentuk mengekspresikan kebebasan mewarnai kehidupannya.

Bukan hanya itu saja, peserta juga diperbolehkan membawa pistol air dan sejenisnya, untuk melakukan hal menyenangkan dalam festival tersebut.

Nah, itulah beberapa festival paling jorok di dunia. Walaupun terkesan jorok dan bisa membuat jijik, tapi festival-festival in iserus dan banyak diminati oleh orang di berbagai Negara.