Pakar hukum pidana Universitas Muhammadiyah Choirul Huda mengangga, Luna Maya dan Cut Tari justru tidak pernah menjadi tersangka dalam kasus ini. Pendapat itu berkaca pada putusan sidang Ariel Noah.

“Ariel itu diputus bersalah karena ikut menyebarkan pornografi. Bukan sebagai pembuat atau peraganya, modelnya, tapi karena ikut menyebarkan. Makanya kalau melihat konstruksinya seperti itu, ya tentu bersumber dari device-nya Ariel apakah laptop, apakah internal hardisk. Makanya kemudian pertanggungjawabannya diminta terhadap hak itu, sehingga tidak bisa dikenai pertanggungjawabannya terhadap Luna maupun Cut Tari,” Choirul Huda menjelaskan.

Dia pun sependapat dengan Agustinus Pohan, polisi harus menghentikan kasus ini. Terlebih, sebagai perempuan, mereka sudah banyak dirugikan.

“Apalagi peristiwanya 8 tahun. Sudahlah, mereka juga sekarang sudah insyaf. Sudah jadi orang baik. Sudahlah enggak usah dipersoalkan. Jadi, kita enggak usah ikut manas-manasin untuk diangkat lagi. Sudahlah, cukuplah, mereka itu sudah mendapatkan hukuman sosial sangat berat. Enggak laku jadi artis, anak-anak juga ikut mendapat sanksi sosial, kan, kasihan,” kata dia

Kasus Ariel dan Penyebar Video

Luna Maya – Ariel Noah – Cut Tari

Pada kasus video porno rangkaian perkara Luna Maya dan Cut Tari, Nazriel Irham atau Ariel Noah, divonis tiga tahun enam bulan penjara dan membayar denda Rp 250 juta dikurangi masa tahanan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung.