Bisnis Perhotelan di Nusa Tenggara Barat harus terpukul sangat berat akibat gempa yag baru-baru ini terjadi. Pemerintah dan kalangan indsutri berjanji untuk mempromosikan Lombok kembali. Setelah diketahui sekitar 70% wisataman pergi meninggalkan wilayah itu menyusul gempa.

Bagunnan hotel di Lombok utara hampir 20% dilaporkan rusak parah, tetapi ada sebagian hotel dilaporkan “hanya retak-retak”. kata asosia industri perhotelan.

“Terutama hotel yang ada di pesisir utara pulau Lombok, termasuk hotel di tiga gili (pulau) yang menggunakan konstruksi beton,” kata Kepala Dinas Pariwisata provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhammad Lalu Faozal, Rabu (08/08).

Dikabarkan kerugian yang dialami pariwisata NTB akibat dampak gempa, Faozal mengaku semua pihak “sedang menghitung.”

Saat ini pihaknya ingin memastikan bahwa fasilitas pariwisata yang rusak akibat gempa dapat kembali beroperasi secara normal.

Mereka juga mengecek fasilitas pariwisata, seperti rumah makan, restoran, toko cenderamata, hotel dan fasilitas lainnya, untuk memastikan tingkat kerusakannya, apakah rusak berat, sedang atau ringan.

“Misalnya ada hotel rusak berat, itu recoverynya (pemulihan) mulai dari nol, kemudian ada rusak sedang, dan ada pula yang tidak rusak. Nah, yang tidak rusak, kita pulihkan dulu agar dia bisa operasional,” jelas Faozal.

Kapan industri perhotelan di Lombok diperkirakan pulih?

Pihaknya kemudian menargetkan dalam tiga bulan ke depan kondisi pariwisata di NTB dapat kembali berjalan normal.