Lagingetop – Perbincangan tentang Suku Mante sudah sangat hangat diperbincangan masyarakat, video itu diunggah ke YouTube dan menjadi viral, karena adanya penampakan manusia bertubuh pendek yang ditemukan para pengendara cross saat menjelajah hutan di pedalaman Aceh.

Dalam catatan Teuku Abdullah atau lebih dikenal TA Sakti, Akademisi sejarawan Unsyiah menyatakan istilah Mante dikenalkan secara luas oleh Dr Snouck Hurgronje dalam karya terkenalnya De Atjehers.

Ia melukiskan orang Mante atau orang Mantran tinggal di wilayah perbukitan Mukim XXII. Pertengahan abab ke 17 Masehi ditemukan ada sepasang Mante laki-laki dan perempuan ditangkap dan dipersembahkan kepada Sultan Aceh.

“Mereka tak mau berbicara, tak mau makan-minum yang disodorkan, hingga akhirnya mati,” begitu Snouck Hurgronje memberikan ilustrasi. Tetapi lewat buku yang sama ia juga menyatakan, panggilan Mante akhirnya juga diberlakukan untuk menyebut mereka yang bertingkah kebodoh-bodohan dan berlaku kekanak-kanakan.

Sejarawan Aceh, Husaini Ibrahim mengatakan bahwa Suku Mente tersebut termasuk suku Melayu tua (Proto Melayu) yang diperkirakan sudah ada dalam di Aceh sejak 3.000 sebelum Masehi (SM).

Kemudian baru adanya kedatangan para suku Melayu muda (Deutero Melayu) yang diperkirakan 1.500 Sebelum Masehi (SM). Suku tersebut hadir di daerah Aceh dulunya dengan melintasi Thailand, dan berlabuh di pesisir Aceh Besar.